Pecinta Langit

Catatan perjalanan di bawah langit-Nya

Trip to Turkey Part 2: Istanbul

18 Comments


Petualangan di turki kami lanjutkan di kota 1000 mesjid, Istanbul. Kota dengan jumlah penduduk mencapai 14 juta ini disebut-sebut sebagai salah satu kota terindah di dunia, oleh karena itu jika anda pergi ke turki ‘wajib’ hukumnya untuk berkunjung ke kota ini. Selain itu, Istanbul juga merupakan kota yang menyimpan jutaan sejarah. Kota ini menjadi saksi pergantian kekuasaan di dunia selama berabad-abad lamanya dari mulai roman empire, byzantine empire, ottomant empire (khilafah usmani), dan sejak tahun 1924 menjadi bagian dari republik turki. Sejarah juga mencatat bahwa sebelum diberi nama Istanbul kota ini bernama byzantium dan konstantinopel.

Istanbul, the only place in the world where you can walk from asia to europe. Yup, wilayah Istanbul membentang di bagian eropa dan asia. Istanbul bagian eropa secara umum bisa dibagi menjadi 2 area utama, yang pertama adalah sultanahmet area, yang kedua taksim area. sultanahmet area adalah bagian kota tua istanbul karena terdapat banyak sekali peninggalan sejarah di sana. Sedangkan taksim area bisa dibilang modern part of istanbul. Istanbul bagian asia mungkin hanya 20 % dari luas istanbul. Bagian asia dan eropa ini dipisahkan oleh selat bosporus dan dihubungkan oleh jembatan besar yang juga diberi nama jembatan bosporus. Transportasi utama di kota istanbul adalah tram dan metro. Oleh karena itu, untuk mempermudah jalan-jalan di sini sebaiknya anda membawa peta jalur tram dan metro. Satu hal yang menjadi favourit para pengunjung yang datang ke istanbul adalah bosporus cruise di mana kita bisa menikmati keindahan istanbul dari selat bosporus.

View istanbul dari selat bosporus

Tiba pagi hari di Istanbul atasehir, kami langsung menuju hostel untuk check in dan menyimpan barang2 bawaan. Banyak sekali hostel yang bisa kita sewa di daerah sultanahmet, salah satunya adalah sultan hostel tempat kami menginap. Letaknya persis di sultanahmet square (tram stop sultanahmet). Setelah menyimpan barang2 di hostel kami memulai kunjungan ke tempat-tempat wisata di sana. Kami memutuskan untuk mengunjungi istanbul bagian asia terlebih dahulu, agar di hari-hari berikutnya kami bisa menghabiskan waktu di sultanahmet area dan taksim area di bagian eropa.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Beylerbeyi palace. Untuk menuju ke sana dari sultanahmet square kita bisa naik tram dan turun di tram stop Eminonu. Dari sana kita bisa naik kapal ferry menyebrangi selat bosphorus menuju Uskudar (wilayah asia). Kemudian dilanjutkan dengan naik bis line 15 sampai bus stop Cayirbasi. Dari sana kita bisa langsung melihat pintu masuk beylerbeyi palace. Tiket masuk ke palace ini adalah 10 turkis lira atau sekitar 5 euro. beylerbeyi palace ini dibangun sekitar tahun 1861-1865 pada masa pemerintahan khalifah abdulaziz. Istana yang terdiri dari tiga lantai ini adalah tempat tinggal sultan dan istrinya pada masa itu. Bagian dalam istana didesain dengan simetris dengan style eropa, termasuk furniture, dan dekorasi di dalamnya. Sayang sekali kami tidak bisa mengabadikan keindahannya karena pengunjung dilarang mengambil gambar/foto di bagian dalam istana. Setelah menghabiskan waktu 2 jam di Beylerbeyi palace, kami pun langsung melanjutkan perjalanan untuk kembali ke sultahahmet area.

Wilayah eropa istanbul

Beylerbeyi palace

Taman Beylerbeyi palace di bawah jembatan bosporus

Sultanahmet Area

Tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah Topkapi Palace yang terletak tidak jauh dari sultanahmet square. Kita bisa naik tram dan turun di tram stop gulhane. Istana yang dibangun pada tahun 1478 ini merupakan tempat kediaman sultan pada masa dinasti ottomant. Saat ini topkapi palace dijadikan museum. Di sini tersimpan benda-benda sejarah peninggalan kekuasaan islam dari mulai kekhilafahan pertama hingga masa dinasti ottomant. Untuk masuk ke dalam istana ini kita harus membayar tiket yang harganya 30 Lira per orang (15 Euro). Istana ini dibuka setiap hari kecuali hari selasa dari pagi hingga sore.

Topkapi Palace
Taman Topkapi Palace

Dari Topkapi Palace kami meneruskan perjalanan menuju salah satu pasar terkenal di istanbul, Spice Bazaar. Pasar Ini terletak di daerah eminou (trem stop eminou). Di spice bazaar ini terdapat sekitar 86 toko yang menjual beraneka ragam spice, herb, makanan, manisan dan juga souvenir. Tidak lengkap rasanya jika kita berkunjung ke istanbul tanpa berbelanja di spice bazaar. Kami pun memanfaatkan kesempatan di sana untuk membeli beberapa souvenir khas turki. Setelah berbelanja kami beristirahat sejenak sambil menikmati ikan bakar di pinggir selat bosporus.

Spice Bazaar
Spice Bazaar

Malam harinya kami mengunjungi landmark kota istanbul yang sangat terkenal yakni Blue mosque. Mesjid yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terindah di dunia ini terletak persis di sultanahmet square. Mesjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultanahmet I sekitar tahun 1609-1616 oleh arsitek Mehmet Aga. Saat memasuki halaman mesjid kami bertanya-tanya kenapa mesjid ini dinamakan blue mosque, padahal jika dilihat dari luar mesjid ini justru berwarna kuning, hehe. Namun saat masuk ke dalam mesjid kami terpesona dengan keindahan interior mesjid yang berwarna kebiruan. Ya, Nama blue mosuqe diberikan karena interior mesjid ini disusun oleh ribuan keramik Iznik berwarna biru. Pada malam hari mesjid ini terlihat lebih indah dari kejauhan, lampu-lampu sekitar menjadikannya berwarna keemasan. Kunjungan ke blue mosque ini mengakhiri perjalanan hari pertama kami di Istanbul.

Blue Mosque di malam hari

Blue Mosque di malam hari

Blue Mosque

Setelah beristirahat selama semalam di sultan hostel pagi harinya kami melanjutkan petualangan menuju Haghia Sophia. Haghia sophia merupakan salah satu tempat yang sangat bersejarah di istanbul. Letaknya berseberangan dengan blue mosque. Haghia sophia merupakan salah satu bangunan tertua di dunia yang berumur lebih dari 1400 tahun. Dulunya tempat ini adalah gereja yang dibangun sekitar tahun 530 pada masa Byzantine empire, kemudian sekitar tahun 1500 pada saat ottomant empire berkuasa, gereja tersebut berubah menjadi mesjid. Dan sejak tahun 1936 haghia sophia dijadikan museum. Untuk masuk ke dalamnya kita harus membayar Tiket masuk ke sesebsar 20 lira (10 euro). Museum ini dibuka setiap hari, kecuali hari senin.

Hagia Sophia
Hagia Sophia

Beautiful Dome at Hagia Sophia

Taksim Area

Setelah menghabiskan waktu selama kurang lebih 2 jam di haghia sophia, kami melanjutkan perjalanan menuju Dolmabahce Palace yang terletak di wilayah taksim. Untuk menuju ke Dolmabahce palace dari sultanahmet, kita bisa menggunakan trem line 1 hinngga trem stop kabatas. Tiket masuk Dolmabahce palace adalah 20 Lira/10 Euro per orang. Istana ini dibangun sekitar tahun 1843-1856 pada masa ottoman empire. Dolmabahce palace dibangun dengan gaya eropa dan dengan dekorasi yang megah dan jauh lebih mewah dibandingkan dengan beylerbeyi palace. Ini juga merupakan istana terbesar dan termahal di turki. Berkunjung ke bagian dalam istana akan memberikan kesan pada kita bahwa penguasa saat itu hidup sangat mewah. Istana yang megah ini pun menjadi tempat terakhir ottoman empire dan menjadi saksi berakhirnya kehkilafahan/kesultanan islam. Di tempat ini pula mustapha kemal attaturk yang dikenal dengan bapak republik turki atau lebih tepatnya bapak sekularisme turki menghembuskan nafas terakhirnya.

View Dolmabahce Palace dari Selat Bosporus
Dolmabahce Palace

Dari Dolmabahce palace kami melanjutkan kunjungan ke taksim area. Untuk menuju ke sana dari kabatas kita bisa naik fenicular hingga taksim square. Tidak salah jika taksim ini disebut sebagai the most known modern city center of Istanbul, karena memang tata kotanya sangat modern, sangat jauh dibandingkan sultanahmet. Di pusat kota taksim ini terdapat monumen terkenal yakni Independence Monument atau dalam bahasa turki disebut Istiklal Aniti. Lokasi lain yang wajib dikunjungi di sini adalah Istiklal street/avenue. Istiklal street ini adalah pusat perbelanjaan di istanbul. Seperti halnya Champ Elysees di Paris atau Galleria Vittoria Emanuelle di Milan. Di kiri dan kanan jalan kita bisa menemukan toko2 barang mewah/branded, cafe, bar, galeri, restaurant, dll. Tidak heran jika jutaan pengunjung selalu memenuhi istiklal street ini setiap hari hingga malam nya.

Terus berjalan menyusuri istiklal street kita akan menemukan salah satu menara terkenal bernama Galata tower yang juga merupakan salah satu menara tertua di dunia. Kita juga bisa menuju ke sana dengan naik trem dan turun trem stop karakoy. Bagi anda yang tertarik dengan modern art di daerah taksim ini juga terdapat beberapa museum terkenal yang dapat dikunjungi, salah satunya adalah Istanbul modern museum. Wilayah taksim ini begitu luas, kita bisa menghabiskan waktu sehari penuh di sana.

Monumen Kemerdekaan
Istiklal Street di Taksim Area

Dengan berakhirnya kunjungan di taksim area ini berakhir pula petualangan kami di Istanbul. Kami pun pergi dengan menggunakan bus menuju bandara sabiha gocken untuk kembali pulang ke amsterdam. Sampe bertemu lagi di cerita perjalanan berikutnya.

———————————————————————————————————–

About these ads

18 thoughts on “Trip to Turkey Part 2: Istanbul

  1. Assalammu’alikum
    nuhun pisan utk info-info perjalanan nya.
    semoga barokah ya, amiin…
    Ditunggu info-info selanjutnya…

    Wassalam

    Like

  2. Wa’alaikumsalam deeyaa. semoga bermanfaat ya. salam.. :)

    Like

  3. SUkaaaaa!!!!!! (n_n)\m/
    oia, motretnya pake kamera apa? keren :)

    Like

  4. thanks. pake Nikon D90..

    Like

  5. Menarik sekali blognya.
    Thanks

    Like

  6. Terima kasih sudah berkunjung ya.

    salam..

    Like

  7. huaaaaaaaaaaa… makin gak sabar terbang ke sana.

    Like

  8. @Fickry: Selamat berkunjung ke Istanbul. Dan jangan lupa bagi2 ceritanya.

    Salam.

    Like

  9. Bgus bgt turki! Berencana bulan adu ke sana! Thx info nya

    Like

  10. Sama-sama mbak Dieska. Memang tempat yang pas untuk bulan madu.

    Salam

    Like

  11. Bagus banget turki..kalo umroh plus turki kira kira tour n travel apa yg bisa bawa kita ke semua tempat ini ya..n kalo ke turki bagus nya di bulan apa

    Like

  12. @Mbak Ranti: Terima kasih sudah berkunjung. Saran saya klo mau berkunjung ke turki lebih baik waktu musim semi sekitar bulan April-Mei atau September-Oktober, biar ngga terlalu panas. Berkunjung di bulan ramadhan juga sepertinya menarik, kita bisa melihat bagaimana suasana ramadhan di sana. Klo mengenai umroh sayang sekali sy belum punya info-nya.

    Salam,

    Like

  13. turki is beautifull country.. :)

    Like

  14. @meme: Indeed. it is… :)

    Like

  15. assalamualaikum..salam kenal mas..bagus dan detail sekali…mimpii juga akhirpengen ke turki…boleh add fb atau minta emailnya mas…krn banyak sekali yang ingin ditanyakan makasih

    Like

  16. Wa’alaikumsalam, Makasih udah berkunjung.
    Salam kenal. Untuk kontak silakan hubungi email sy di: irfan.prabu.94@gmail.com

    Like

  17. foto2 mesjidnya sangat inspiring….

    Like

  18. Iya Mba Nina. Makasih sudah mampir ke blog saya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 251 other followers